End

2780 Words
Happy Reading. * Sesuatu yang besar pasti akan dimulai dari yang kecil. Bak masalah kecil yang terus disembunyikan pasti akan menjadi masalah yang besar jika tidak segera diselesaikan. Kebahagiaan pasti dimulai dari penderitaan, orang bahagia pasti pernah menderita dan semua proses itu pasti akan terjadi. Seperti kehidupan Jimin dan Aliya, awal pernikahan yang terlihat bahagia tapi tidak mungkin sebuah hubungan yang dijalin dua orang tidak ada masalah. Entah itu masalah kecil atau besar, pasti akan ada efek dari masalah itu kedepanya. Belajar dari pengalaman dulu, Jimin berjanji tidak akan berbohong pada Aliya, entah itu masalah sepele atau masalah sulit. Jimin tidak akan pernah membohongi istrinya. Satu kata yang akan menjadi pusat Jimin, yaitu kejujuran. Kejujuran yang membawa kebahagiaan dan Jimin akan selalu melakukan kejujuran dalam hidupnya dan Jimin tidak akan pernah berbohong lagi. Cukup sekali Jimin merasakan bagaimana efek dari kebohongan dan Jimin tidak akan mengulanginga lagi. * Pagi yang cerah diawali dengan sarapan bersama dengan keluarga kecil Jimin. Jimin kecil terlihat antusias saat Aliya menyuapi makanan khusus Bayi berumur 8 bulan. Kursi kecil yang diisi bocah gembul itu terlihat pas dan nyaman untuk bocah yang sedang asik makan tersebut. Aliya dan Jimin yang melihat kelahapan anaknya hanya bisa tersenyum simpul, apalagi bentuk bibir yang terlihat lucu saat mengunyah makanan dan Jimin tidak akan membiarkan hal menyenangkan itu terlewatkan. "Aigoo Baby Park lucu sekali eoh!" Puji Jimin sambil mencium pipi bulat Putranya. "Biar makan dulu Appa, nanti cium lagi!" Larang Aliya saat Jimin terus mencium pipi putra mereka. Aliya tidak mau Hyun Joon berhenti makan ditengah-tengah karena risih oleh ciuman Jimin. "Joon-ah tidak akan nganbekkan nak?" Tanya Jimin sambil meraih tubuh gembul Putra semata wayangnya. "Oppa!" Kesal Aliya pada Jimin. "Gwenchana Chagi, suapi saja! Oppa ingin menggendong Joon! Nanti Oppa-kan berangkat!" Kata Jimin pada Aliya. "Ara!" Pasrah Aliya dan terus menyuapi Hyun Joon makan. Sementara Joon masih asik makan dengan disuapi Aliya dan dipangku Jimin. "Joon antar Appa-kan?" Tanya Jimin sambil melihat mata bulat sang putra dan hebatnya bocah gembul itu langsung mengangguk. Sontak Jimin tertawa keras dan sialnya Joon juga ikut tertawa hingga tersedak. "Joon-ahhh!" Aliya segera meraih tubuh Joon, menepuk punggungnya sebantar dan memberikan Joon air putih, untung mau. "Jangan tertawa saat makan Nak! Bahaya!" Ujar Aliya yang terus menepuk punggung Joon. "Oppa juga jangan tertawa! Anaknya ikut-ikutan nanti!" Peringat Aliya pada Jimin dan yang diperingati hanya bisa mengangguk pelan. "Makan lagi nak?" Tanya Aliya pada Joon yang sudah tenang dan bayi itu menjawab dengan gelengan kepala. "Udah?" Lagi, Joon menjawab dengan anggukan kepala. "Ya sudah! Bersihkan mulutnya dulu, nanti kita antar Appa!" Kata Aliya sambil membawa tubuh Joon kekamar mandi. Sementara Jimin yang melihat punggung Aliya yang menjauh hanya bisa tersenyum. Hidup mereka dipenuhi kebahagiaan setelah kelahiran Joon apalagi dengan kejujuran yang sama-sama mereka tanamkan dalam diri masing-masing. Semuanya terasa lengkap dan tidak kurang satu apapun. Ditambah dengan kemesraan yang selalu mereka perlihatkan entah itu didepan umum atau dirumah, mereka terlihat sangat bahagia dan harmonis dan Joon akan selalu menjadi pelengkap mereka, apalagi dengan rencana untuk menambah Baby Park setelah umur Joon cukup dikatakan punya adik. * "Jaga Eomma baik-baik Nde, Appa pergi dulu!" Pamit Jimin pada Joon sambil mencium keningnya. Seolah mengerti dengan apa yang diucapkan Ayahnya, Joon langsung tersenyum dan mengangguk. "Anak pintar!" Jimin beralih pada Aliya, mengusap rambut Aliya pelan dan mengecup kening dan bibir Aliya, tentu saja dengan menutup mata Joon. Mereka masih waras untuk tidak menunjukkan adegan kissing didepan sang anak. "Jaga dirimu baik-baik! Jika ada masalah hubungi aku saja. Atau menginaplah dirumah Taehyung saja! Mereka sudah pulang dari Jeju!" Kata Jimin. "Aku tidak mau menganggu pengantin baru " kata Aliya. "Rumah Jin Hyung!" Kata Jimin menawar. "Nanti kufikirkan! Jika aku malas akan kususul Oppa saja ke China, lagi pula suamiku itu kau bukan Jin Oppa!" Jimin tersenyum saat mendengar jawaban ketus Aliya. Akhir-akhir ini Aliya terlihat sangat sensitif dan mudah marah. "Ara susul saja aku, toh nanti aku yang senang!" Kata Jimin riang. "Dasar! Sana masuk!" Jimin mengangguk dan kembali mencium kening Aliya. "Aku berangkat! Jagoan, Appa berangkat dulu Nde!" Jimin mencium kening Joon dan mengusap pipi chuby sang putra. "Hati-hati!" Pesan Aliya. "Kau juga!" * Seharian ini Aliya hanya bermain dengan Joon saja. Aliya tidak keluar atau jalan-jalan kemanapun, mau pergi kemana-mana juga bosan. Apalagi akhir-akhir ini Joon sedikit rewel dan mau tidak mau Aliya harus mengeluarkan tenaga ekstra. "Joon-ah jangan begitu nak!" Larang Aliya pada Hyun Joon yang mencoba meraih puding yang ada didepanya. "Itu bukan untuk Joon! Nanti Eomma buatkan yang khusus untuk Joon, Nde?" Mendengar larangan Aliya, Joon langsung merengut. "Jangan kesal begitu nak! Itu tidak cocok untuk Joon! Nanti malam Eomma buatkan Nde?" Joon masih saja merengut dan itu membuat Aliya tersenyum simpul. "Ngambekan!" Gemas Aliya sambil meraih tubuh gembul Hyun Joon dan membawanya kekamar. "Tidur siang dulu, nanti sore kita jalan-jalan! Eomma akan mengajak Joon kerumah Hyuna, otte?" Joon hanya diam dan menyandarkan kepalanya didada Aliya. "Anak pintar!" * Seperti janji Aliya tadi, akhirnya mereka pergi kerumah Jeon Hyuna, anak Jungkook dan Tzuyu. Joon tentu saja senang karena ada teman bermain. Umur Joon dan Hyuna hanya berjarak 3 bulan dan sekarang Hyuna berumur 5 bulan tapi tubuh Hyuna tidak jauh beda dengan Joon, sama-sama gemuk dan berisi. "Aigoo, Baby Jeon!" Panggil Aliya pada Hyuna yang ada digendong Jungkook. "Mian Hyuna berantakan, habis main soalnya!" Kata Jungkook sambil mempersilahkan Aliya masuk. "Tzuyu eodi?" Tanya Aliya pada Jungkook. "Masak!" Jawab Jungkook. "Masak? Seriusly?" Tanya Aliya kaget. "Hem! Dia susah karena melihatku makan diluar terus!" Kata Jungkook sambil tertawa. "Kau juga sih!" Kekeh Aliya. "Nah Joon duduk dengan Hyuna Nde?" Aliya mendudukkan Joon dengan Hyuna berdampingan. "Jimin Hyung seminggu di China?" Tanya Jungkook. "Hem!" Jawab Aliya ketus. "Cih kesepian dia!" Kekeh Jungkook pada Aliya. "Diamlah!" Kesal Aliya pada Jungkook. "Kupanggilkan Tzuyu dulu! Titip bayi manja-ku dulu ya?" Aliya mengangguk. "Hyuna-ya jangan begitu!" Larang Aliya saat Hyuna memukul-mukul kepalanya. "Sakit nak!" cegah Aliya sambil menghalangi tangan Hyuna yang memukul kepalanya. "Mama~~~mamama!" Aliya tersentak saat tangan Hyun Joon mencoba meraih tanganya yang menghalangi tangan Hyuna. "Nanti kepala Hyuna sakit Joon! Eomma hanya mencegahnya!" Kata Aliya yang mengerti pemikiran Putranya. "Tatatat!" Aliya tertawa melihat Joon yang menggeleng. "Tidak papa Joon!" Kata Aliya sambil melepaskan peganganya dan membawa wajah Joon untuk menatapnya. "Cha kita main?" Ajak Aliya pada Joon dan Hyuna. "Oh Magnae!" Kata Tzuyu. "Wihh kau masak! Bagus Nyonya Jeon!" Tzuyu mendengus dan mendudukkan dirinya disamping Hyuna. "Diamlah bodoh!" Ketus Tzuyu. "Jangan kau bakar dapurnya!" Goda Aliya. "Aliyyaaa!" Desis Tzuyu yang semakin kesal. "Nanti malah kau bakar sekalian rumah ini!" Ejek Aliya lagi. "ALIYAAA PARRKKKK!" "HUAAAA~~~HUAAA!" "JEON TZUYUUUUU!" * Aliya masih mencoba menahan tawanya saat mengingat kejadian dimana dirinya mengejek Tzuyu tadi dan berakhir Tzuyu yang berteriak lalu berakibat Hyuna yang menangis hebat. Untung Hyun Joon tidak ikut menangis seperti Hyuna. Dan karena Tzuyu yang berteriak tadi sekarang istri dari Jeon Jungkook itu sedang mendapat wejangan panjang lebar dari Nyonya Chuo, ibu Tzuyu sendiri. Sedangkan Aliya hanya diam menjaga Hyuna yang tertidur setelah disusui. Aliya menginap dirumah Jeon karena Nyonya Chuo tidak membiarkanya pulang. Tentu saja alasanya karena Jimin tidak ada dirumah dan lebih baik Aliya menginap disini dengan Keluarga Jeon. Aliya melirik samping dimana ponselnya yang bergetar dan ternyata Jimin yang menghubunginya. "Yeobseo Oppa!" "Bogoshipeo!" Aliya terkekeh saat mendengar ucapan Jimin yang begitu imut ditelinganya. "Nado Oppa!" Balas Aliya dengan suara manja. "Eodi Sayang?" Tanya Jimin. "Dirumah Jeon! Aku menginap disini. Bibi Chuo ada disini juga dan aku tidak boleh pulang sampai besok!" Jawab Aliya. "Hyun Joon?" Tanya Jimin lagi. "Tidur disamping Hyuna!" Jawab Aliya. "Tidak rewelkan?" "Sedikit! Jeon banyak bergerak dan mulai cerewet!" Jawab Aliya. "Hihi sama dengan Eomma-nya jadi. Cerewet!" Aliya mendengus mendengar ucapan Jimin. "Ara aku crewet!" Ketus Aliya. "Jangan marah Nyonya Park!" Bujuk Jimin. "Aniya! Oppa dimana?" "Hotel! Oppa baru pulang dan langsung menghubungimu!" Jawab Jimin. "Jadi belum mandi? Ish pantasan baunya sampai sini. Mandi dulu, nanti baru telfon!" Ujar Aliya. "Nanti dulu Sayang! Oppa Rindu" rengek Jimin dari seberang. "Tidak baik mandi malam-malam Oppa. Sekarang mandi dulu nanti telfon! Oke?" Kata Aliya. "Ara! Awas nanti jika tidak diangkat!" "Siap Komandan!" Sanggup Aliya. "Aku mandi dulu Cinta!" Kata Jimin. "Hem Bantet!" Aliya langsung mengakhiri panggilan dari Jimin dengan sepihak, tentu saja Aliya tidak mau kena amuk karena memanggil Jimin bantet. "Appa Bantet ya Joon?" Tanya Aliya pada Joon yang tertidur. * Aliya mengusap pelan kepala Joon yang masih nyaman tertidur sambil memeluk boneka singa. Joon mengikuti kebiasanya yang sangat suka memeluk guling atau boneka. Biasanya Aliya akan memeluk Jimin jika mereka tengah tidur berdua tapi jika ada Joon, Aliya hanya memeluk Joon sedangkan Jimin memeluk dirinya dari belakang. Joon tidak pernah mau tidur ditengah karena Joon sangat suka bergerak saat tidur, makanya Joon ditempatkan dipinggir, Aliya disamping dan Jimin dipinggir. Tapi tenang saja, ranjang Aliya menempel dengan tembok, jadi Joon tidak akan jatuh. Ini sudah hari ke-3 Jimin ada di China, dan 2 hari ini Jimin tidak menghubunginya. Mungkin Jimin sedang sibuk dan Aliya tentu saja memahami kesibukan Suaminya. "Eughh!" Lenguhan kecil Joon menyadarkan Aliya dari lamunanya. "Sudah bangun Baby?" Aliya menepuk pelan paha Joon dan segera mengambil tempat disamping Joon. Memposisikan tubuh Joon untuk menatapnya, membuka kancing pakaianya dan mengarahkan n****e-nya pada mulut kecil Joon. "Mimi yang banyak Baby!" Aliya mengusap pelan pipi Joon. Pipi gembul Joon terlihat imut dengan keadaan kembang-kempis karena meminum asinya. "Pelan-pelan Sayang!" Ujar Aliya saat melihat Joon yang semakin semangat menghisap n****e-nya. "Joon-ah menurutmu Appa sedang apa ya sekarang? Appa tidak menguhubungi Eomma 2 hari ini. Menurutmu apa yang difikirkan Appa saat ini?" Aliya masih terus berbicara pada Joon sampai mata Joon perlahan sayu dan kembali tertidur. * Aliya meringis saat merasakan cubitan pelan pada pipinya. Tanganya mencoba menghentikan benda yang mencubiti pipinya. "Joon-ah sakit nak!" Gumam Aliya yang masih mencoba tidur. "Ini bukan Joon tapi Appa-nya Joon!" Aliya yang mendengar suara Jimin sontak terbangun. Dan benar jika Jimin sudah ada didepanya. "Oppa!" Panggil Aliya pelan. "Hem! Wae?" Tanya Jimin sambil merengkuh tubuh Aliya. "Kapan Oppa pulang?" Tanya Aliya yang masih bingung. "Tadi pagi!" Jawab Jimin. "Joon?" Tanya Aliya yang ingat keberadaan Putranya. "Dibawa Eommaniem!" Jawab Jimin. "Eomma kesini?" Tanya Aliya sambil melepas pelukanya. "Hem tadi!" Jawab Jimin pelan dan langsung mendorong tubuh Aliya untuk berbaring. "Oppa~~~" Jimin menutup bibir Aliya dengan tanganya. "Bogoshipeo!" Lirih Jimin sambil mengusap pipi bulat Aliya. "Oppa~~~" "Jeongmal Bogoshipeo!" Ulang Jimin sambil mencium bibir Aliya dengan lembut, sementara Aliya hanya bisa pasrah dan membalas ciuman Jimin. "Kapan Joon pulang?" Tanya Aliya sambil melepaskan ciuman Jimin. "Nanti siang! Please jangan bahas Joon dulu, aku benar-benar merindukanmu!" Gumam Jimin dan kembali mencium Aliya dengan lembut, tapi kali ini lebih dalam dan bergairah. "Morning s*x?" Tanya Aliya. "Hem! Wae?" Tanya Jimin balik dengan suara rendah. "Ani! Hanya saja kita sudah lama tidak melakukanya!" Jawab Aliya. "Dan tidak masalahkan jika kita mengulanginya?" Aliya mengangguk dan tersenyum. "Why Not?" Jimin tersenyum dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. "Saranghae!" * Aliya tersenyum saat melihat Joon yang bermain aktif dengan Lisa. Hyun Joon terlihat sangat nyaman digoda oleh Lisa, pipi gembul Joon menjadi sasaran ciuman Lisa. Hari ini mereka ada dirumah Keluarga Kim, ulang tahun pernikan Yuri dan Jungwoon dan akan diadakan pesta besar nanti malam dirumah dan sekarang adalah persiapanya. Persiapanya sudah 100% matang hanya saja para anak dan cucu dikumpulkan lebih awal. "Jihyo-ya jangan naik turun tangga!" Aliya menoleh dan menumukan Jihyo yang mengendap-endap menuruni tangga. "Oppa Jihyo Eonni bersembunyi!" Teriak Aliya jail dan sukses membuat dirinya dihadiahi tatapan tajam dari Jihyo. "Kim Jihyoooo!" Aliya tertawa keras saat melihat Jin yang datang dari atas dan langsung menggendong Jihyo naik kembali kekamar. Sedangkan Jihyo hanya bisa memekik meminta dilepaskan. Jihyo hamil muda dan ngidam Jihyo agak aneh, naik-turun tangga berkali-kali, makan sayur mentah, membeli sepatu yang banyak untuk Aliya dan hal aneh lainya. Kadang Aliya fikir jika Jihyo mengalami ngidam yang sangat langka. Biasanya orang hamil minta dimanja tapi Jihyo malah minta dicueki dan dibiarkan. "Ibu hamil aneh!" Aliya menoleh saat mendengar gerutuan Lisa yang sudah duduk disampingnya dengan Joon yang ada digendonganya. "Nanti kau juga sama!" Ujar Aliya sambil meraih Joon. "Tidak! Mana ada aku manja pada laki-laki lain!" Ujar Lisa ketus. "Itu ngidam Nyonya Kim! Siapa tahu kau waktu hamil nanti malah manja pada Hoseok Oppa!" Balas Aliya. "Pasti pada Tae Oppa dan bukan laki-laki lain!" Aliya hanya diam dan tidak membalas ucapan Lisa. Percuma berbicara dengan kepala batu seperti Lisa, tidak ada gunanya. Mau Aliya berbicara sampai mulutnya berbusa, Lisa tetap ngeyel dan mau terus menang. Karena Lalisa tidak mau kalah dan Aliya malas meladeni Lisa. "Aku tidurkan Joon dulu. Nanti pas pesta malah dia tidur!" Kata Aliya sambil berlalu. "Aku ikut!" * Pesta yang diadakan benar-benar meriah. Banyak tamu undangan yang hadir, terlihat beberapa kolega dari Keluarga Kim yang datang. Tapi yang menjadi sorotan bukan yang mengadakan pesta tapi cucu pertamanya, siapa lagi jika bukan pangeran dari Jimin dan Aliya, Park Hyun Joon. Hyun Joon terlihat sangat manis dengan Texodo warna hitam, Hyun Joon menjadi sorotan karena karisma yang dimilikinya. Banyak para wanita mudah dan tua yang mengerubungi Hyun Joon dan pasangan Hyun Joon adalah Hyuna yang mengenakan gaun pink. Aliya bahkan sampai kewalahan menghadapi penggemar putranya. Jimin tentu saja tetap disamping Aliya, siapa tahu nanti Aliya pingsan karena menghadapi fans Hyun Joon, Jimin hanya berjaga-jaga. "Aigoo, Joon sudah kelelahan!" Kata Aliya yang mencoba menjauhkan Joon dari orang yang mengerubuninya. "Aish sebentar saja!" Aliya menggeleng dan memberikan Joon pada Jimin. "Nanti main lagi! Joon mau istirahat! Kajja Tzu!" Ajak Aliya sambil mendorong Jimin dan mengajak Tzuyu yang sama kelelahan menghadapi Fans Hyuna. "Huh kepana ini malah seperti Fans Meeting!" Keluh Tzuyu yang menyerahkan Hyuna pada Jungkook. "Mereka itu superstar!" Kekeh Jungkook sambil mencium pipi bulat putrinya. "Aura bintang mereka sudah keluar!" Tambah Jimin sambil mengusap keringat dikening Joon. "Tapi juga tidak segitunya. Mereka waras? Mengerubuni bayi sampai sesak-sesakkan!" Dumel Aliya yang sedikit emosi. "Aigoo jangan marah sayang! Anak kita terkenal!" Kata Jimin yang merangkul mesra pinggang Aliya. Mereka mulai sibuk dalam pembicaraan masing-masing. Joon dan Hyuna juga tampak asik bermain satu sama lain digendongan Ayahnya. Sementara Aliya dan Tzuyu juga masih sedikit kesal karena kejadian tadi untung ada Jimin dan Jungkook yang mencoba meredakan amarah mereka. "Jimin-ah!" Meresa ada yang memanggil namanya, Jimin langsung berbalik begitu n yang lain. "Heii!" Ke-4 orang tersebut masih mematung ditempat sampai pekikan Joon menyadarkan mereka. "Jiyo Oppa!" Lirih Aliya. * "Lama tidak bertemu!" Sapa Jimin pada Jiyo. "Ya! Hampir 1,5 tahun!" Kekeh Jiyo. "Bisa kau jelaskan siapa dia?" Tanya Jimin sambil merangkul Aliya yang diam. "Emh bisa kuperkenalkan secara resmi?" Tanya Jiyo meminta ijin. "Silahkan!" Jawab Jimin. "Han Yuju, istriku!" Kata Jiyo bangga. "Wih kau menikah tidak mengundangku! Kau masih mengaku teman?" Tanya Jimin yang pura-pura marah. "Mian Jim! Kami menikah mendadak! Yuju hamil dulu!" Ujar Jiyo pelan. "Hei apa ini? Bagaimana bisa istrimu hamil duluan?" Tanya Jimin kaget. "Kami tidak sengaja. Lagi pula kejadianya terlalu cepat. Aku bahkan tidak sadar!" Kekeh Jiyo. "Aigoo! Lalu bagaimana keadaan Baby Lee?" Tanya Jimin. "Baik!" Jawab Jiyo sambil melirik Aliya yang hanya diam sambil menggendong Joon yang mulai mengantuk. "Tidak mau berbicara Nyonya Park?" Tanya Jiyo melirik Aliya. "Ah Ye! Mian aku hanya tidak fokus!" Kata Aliya gugup. "Apa yang membuatmu tidak fokus sayang? Ada aku disini!" Ujar Jimin. "Aniya Oppa! Hanya saja aku kaget karena Jiyo Oppa tiba-tiba muncul dan tidak memberi kabar dulu!" Ujar Aliya. "Ini Surprise!" Kata Jiyo. "Oh ya bagaimana keadaan Lee Ahjumma?" tanya Aliya. "Baik!" Jawab Jiyo singkat. "Oh!" Balas Aliya singkat. "Tidak ingin berkenalan dengan istriku?" Aloya langsung salah tingkah dan segera mengulurkan tanganya. "Aliya Park!" Ujar Aliya. "Lee Yuju!" Balas Yuju sambil menjabat tangan Aliya. "Ah ini yang namanya Baby Joon? Wah dia tampan ya?" Kata Jiyo sambil mengusap pipi Joon yang sedang bermain dengan tali gaun Aliya. "Lihat dulu benihnya!" Jiyo mendecih mendengar perkataan Jimin. "Percaya dirimu masih tidak berubah!" Cetus Jiyo datar. "Wae?" Tanya Jimin. "Malas aku meladenimu! Joon-ah jangan tiru sifat jelek Appa-mu nde?" Joon yang diajak bicara Jiyo langsung tertawa keras. "Wah sepertinya dia suka pada Oppa!" Kata Yuju pada Jiyo. "Jinjja? Boleh kugendong?" Tepat saat Jiyo mengulurkan tanganya, Joon langsung meraihnya. "Wah kau suka padaku ternyata?" Joon yang diajak bicara Jiyo terus saja tertawa, apalagi ditambah dengan perkataan Yuju yang membuat Joon terus tersenyum. Sementara Aliya dan Jimin tersenyum bahagia melihatnya. Joon terlihat nyaman dengan Jiyo. "Kau suka?" Tanya Jimin pelan. "Nde! Anakku bahagia!" Jawab Aliya tidak kalah pelan. "Dan yang paling penting kita bahagia!" Aliya tersenyum dan menengok kearah Jimin. Chuu~~! Jimin tersenyum saat Aliya menciumnya. "Kau salah tempat Nyonya Muda" kata Jimin dengan jail. "Nanti saja! Kita buat adik untuk Joon!" Balas Aliya tidak kalah jail. "Pokok-nya harus jadi. Dan kita akan memulai ritualnya semalaman oke? Dan aku akan mempersiapkan diriku baik-baik!" Kata Jimin semangat. "Byuntae!" Kesal Aliya. "Kau sukakan?" Aliya tersenyum dan mengangguk. "Saranghae!" "Nado Saranghaeee!" "Mamamamama~~~papapapap!" End.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD