Doubtfullness

1245 Words

Zanara duduk di sisi ranjang Mark, meraih jemari, kemudian mengecup punggung tangan pria itu. Sekilas bayangan kejadian beberapa hari lalu berkelebatan di pikirannya. Nyaris saja ia kehilangan kekasihnya itu. Kini Mark sudah mengalami kemajuan dan pemulihan, Zanara tak mampu mengungkapkan betapa bahagia dirinya. Meski mungkin akan membutuhkan waktu lama agar pria itu dapat berjalan seperti sedia kala, tapi setidaknya mereka dapat bernafas lega. Hari ini Mark terlihat lebih banyak diam dan murung. Sesekali melempar pandangan ke arah jendela, mengawasi apa pun cukup lama. Bahkan tak menjawab saat Zanara mengajaknya berbicara. Seolah ada yang sedang mengganggu pikirannya. Pada mulanya, Zanara hanya memerhatikan, tak ingin bertanya atau memberi komentar apa pun. Pikirnya, mungkin saja Mark

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD