Ponsel Zanara berdering saat gadis itu baru selesai membantu Mark membersihkan diri. Pria itu masih harus beristirahat di rumah sakit untuk pemulihan yang juga membutuhkan kunjungan dan pemeriksaan berkala oleh dokter. Zanara tak pernah meninggalkan pria itu meski sejenak. Ia bahkan sering melupakan makan siang setiap kali sudah menyibukkan diri dengan Mark dan segala yang dibutuhkan kekasihnya itu. "Kau harus makan, sayang ... pergilah ke kafetaria dan makanlah apa pun. Kau dan anak kita harus baik-baik saja." Mark membelai kepala Zanara dengan lembut, tapi merasa gemas karena gadis itu tetap tak ingin meninggalkannya hingga rela menunggu Shienna datang membawakan makanan ketimbang pergi ke kafetaria. "Mark ... aku sudah katakan, aku tidak akan ke mana pun." "Tapi, Zee ... kau dan ana

