Zanara berdiri di depan sebuah ruangan. Shienna berada di sampingnya, beberapa kali mengusap pundak gadis itu, memberi dukungan. Namun, Zanara tak kunjung membuka pintu dan masuk menemui kekasihnya di dalam sana. Ia takut ... takut jika yang ada di hadapannya adalah orang yang berbeda, atau tak lagi mengenalinya, atau bahkan pria yang sekarat. Meski dokter mengatakan bahwa Mark telah membaik dan selamat dari masa kritis, tetap saja, pria itu pernah berada di sana, berperang dengan maut dan nyaris pergi meninggalkan dirinya. "Zee ...." Shienna mengulas senyum, lalu mengangguk sebagai isyarat bahwa semua akan baik-baik saja. Zanara beberapa kali menghela nafas, mengembuskannya perlahan. Ia mulai memberanikan diri, membuka pintu dan melangkah masuk menemui Mark yang masih terpejam. Gadis

