"Jamie ... apakah kau masih di sana?" tanya Zanara, menaikkan volume suaranya, karena tak ada respon dari saudara iparnya itu. Ia tak tahu apa yang sedang dipikirkan pria itu saat ini. Mungkin dirinya begitu terpukul, hingga tak mampu berkata ketika mendapat kabar tentang istrinya. "K-kau tidak sedang bercanda, kan? Jangan karena ingin membalas perbuatanku lantas kau-" "Tak ada untungnya bagiku, Jamie, kau jangan konyol. Dia adikku, tak mungkin aku berniat mencelakakannya." Jamie terdiam lagi. "Jamie, kumohon lakukan sesuatu. Aku dan Mark sudah mengerahkan orang yang bisa membantu mencari Shienna, kami juga akan menghubungi polisi." "A-aku akan hubungi polisi," ucap pria itu, kemudian memutus panggilan. Kini Zanara mampu sedikit bernafas lega. Setidaknya ada banyak orang yang akan

