Shienna menajamkan mata, berusaha mengenali gadis yang hanya beberapa meter berdiri di hadapannya. ia memanggil Shienna dengan sebutan Zanara, apakah gadis itu salah mengenali dirinya sebagai Zanara? "Siapa kau?" tanya Shienna, tetapi tak ada suara, karena kain yang masih menyumpal di mulutnya. "Oh, maaf, aku lupa tidak melepaskan ini." Gadis itu lalu melepaskan kain yang terikat di mulut Shienna. Gadis itu menghirup oksigen dan mengembuskannya hingga lega. "Siapa kau?" tanya Shienna lagi. Gadis itu tergelak, tetapi terdengar dibuat-buat. 'Kau jangan berpura-pura, Zanara. Kau sangat mengenalku, mana mungkin tidak? Selain karena kita memiliki benang merah, juga karena aku cukup terkenal. Kau lupa?" ujar gadis itu, kemudian berjalan mendekat pada Shienna. "Atau jangan-jangan kau hilang

