Explanation

1224 Words

Dua orang kini telah berhadapan, tatapan mata mereka saling beradu, mengungkapkan kerinduan yang tak terucap oleh bibir mereka. Saat ini, ingin sekali Mark menghambur dan mendekap erat gadis yang berdiri di hadapannya itu. Bila perlu tak akan pernah ia lepaskan lagi. Apa yang dirasakan Mark sepertinya berbalas, tidaklah bertepuk sebelah tangan. Zanara pun merasakan hal yang sama. Meski ego masih menguasainya, tetapi saat ini semua itu tak lagi penting. Mark ada di depannya kini, dan ia sungguh rindu pada pria itu. Tanpa disangka, Mark sungguh mewujudkan apa yang sejak tadi hanya ada dalam angannya. Ia memaksa kakinya untuk bangkit menopang tubuh, yang kemudian ambruk dalam pelukan Zanara. "Oh, Tuhan, Mark!" Zanara berusaha menopang tubuh dengan proporsi yang jauh dibanding tubuhnya. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD