Zanara tak mengatakan apa pun selama di mobil hingga tiba di apartemennya. Mulutnya ia kunci rapat, bahkan pertanyaan yang tak ada hubungan dengan kejadian tadi pun tak ditanggapi olehnya. Mark hanya bisa mendesah pasrah melihat sikap kekasihnya. Meski sesekali, ekor mata Zanara melirik ke arah Mark—yang wajah tampannya sudah dihiasi memar di sana-sini, tapi ia sungguh gemas pada sikap pria itu, selalu hilang kendali dan membiarkan dirinya menjadi bahan tontonan. Zanara mengurut kening mengingat apa saja kekacauan yang telah Mark perbuat. Namun, di sisi lain ia berterima kasih, karena dengan aadanya keributan itu, Zanara tak perlu berlama-lama mendengarkan dongeng tentang kisah cinta Alice-gabriel yang ajaib. Lalu seperti biasa, Mark tidak merasa apa yang ia lakukan pada Gabriel adalah

