Vision of a Future

1345 Words

Zanara membuka mata dan melihat Mark masih terlelap di sampingnya. Senyum terulas di wajah gadis itu. Berarti ia tidak bermimpi, meski Mark selayaknya pria dalam dunia mimpi, dapat memenuhi apapun yang ia harapkan dalam hati. Namun, ia yakin ini nyata ketika beberapa kali ia menepuk pipi dan mencubit lengan, lalu ia rasakan sakit di sana. Zanara mendekat pada pria itu, menghirup aroma tubuhnya, kemudian mengecup pipinya sesaat sebelum memutuskan untuk bangkit dan melakukan apa pun untuk hari ini. Entah seperti apa bentuk dari 'apa pun' itu, karena selama ini yang oa tahu hanya bekerja. Bahkan memasak makanan untuk diri sendiri pun tak pernah satu kali pun. Mungkin seharusnya ia berlatih dari sekarang. Terlebih dengan adanya Mark, berarti kehidupannya kini sudah tak sama lagi. Meski be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD