PART 15

808 Words

Aurora yang menunggu pesanannya pun tampak bosan, dia memilih untuk bermain dengan ponselnya. Namun, bukannya senang, dia malah kesal karena Orion terus saja mengiriminya pesan untuk jangan terlalu lama di tempat itu dan jangan terlalu banyak berinteraksi dengan pria lain. Menyebalkan sebenarnya ketika mengingat segala perintah dan larangan dari atasannya itu. “Nyebelin banget jadi orang,” umpatnya sambil memandang room chat-nya dengan Orion. “Aurora?” Sebuah suara mengagetkan wanita itu dan membuatnya reflek menoleh ke samping. Ternyata Rendy berada di sini juga. Pria itu pun mendatangi tempat wanita itu duduk. “Kamu ngapain di sini?” tanya Rendy yang membuatnya senang bisa kembali bertemu wanita itu. Ternyata dia tidak salah ikut teman se-divisinya untuk memesan makanan di sini. Bukt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD