“Aw! Pelan-pelan, Aurora,” ujar Orion yang nampak menahan rasa sakit di pinggangnya. Aurora sendiri tampak meringis ketika membayangkan bagaimana sakit yang dialami atasannya itu. Wanita itu masih setia mengompres bagian pinggang Orion. “Kamu harus tanggungjawab. Ini semua ulah kamu,” ucap Orion. “Ini bukan salah saya juga, Pak. Salah Bapak sendiri yang sudah kelewatan. Tadi saya hanya membela diri,” sanggah wanita itu. “Bagaimana bisa dibilang kelewatan jika kamu menikmati apa yang kita lakukan tadi,” sindir Orion dengan gamblang yang membuat pipi Aurora menjadi memerah karena malu. Bodohnya dia kenapa bisa terlena hingga melupakan kenyataan. Wanita itu pun memilih diam. Tadi, ketika dia sudah mencapai kesadarannya, dengan sengaja dia mendorong atasannya itu. Namun, sepertinya dorong

