27. Masih di villa

1279 Words

"Lam!" Tangan Bulan menghalangi jemari Alam yang sudah bergerilya ke mana-mana. Matanya yang penuh gairah itu menatap Bulan dengan kernyitan di dahinya. "Nanti anak kamu ke bangun, terus lihat kita begini," jelas Bulan. Alam mengembuskan napasnya pelan. Mengusap rambut Bulan dengan lembut. "Kita ke kamar atas aja kalo gitu," ujar Alam. "Tapi—" "Nggak ada bantahan, honey," sergah Alam. Laki-laki itu langsung membopong tubuh Bulan untuk naik ke lantai atas. Sementara itu, kedua tangan Bulan melingkar di leher Alam. "Lam, aku beratnya?" tanya Bulan. "Nggak," sahut Alam cuek setelah melirik Bulan sekilas. "Masa, sih?" tanya Bulan. Alam tak mengindahkan, dia sudah tergabut gairah dan Bulan malah menanyakan hal yang tidak-tidak. Tangan Alam dengan cepat membuka pintu kamar itu, kamar in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD