"Lan, bangun dulu. Makan malam, hey!" Alis Bulan mengernyit, merasakan bahunya di goncang oleh seseorang. Perlahan matanya dia buka meski terpaksa karena suara itu sangat berisik, sedangkan rasa kantuknya belum hilang sepenuhnya. "Apa, sih, Er. Gue masih ngantuk!" Bulan kembali memejamkan matanya setelah melihat Berlian duduk di sisi tempat tidur. Terdengar suara decakan keras, dia tahu kalau Berlian pasti kesal dengannya. "Bangun woy! Udah jam tuju malem ini. Lo kalo tidur suka kebablasan," ketus Berlian. Sontak mata Bulan terbuka lebar. Langsung terduduk di depan Berlian dengan wajaj sedikit syok. "Astaga, gue lupa. Tadi gue bilang sama dia pulang jam lima, kok udah jam tujuh aja sih." Bulan mendumel sendiri, wajahnya kentara baru bangun tidur. Berlian mengernyit heran. "Siapa sih ya

