60. Pertemuan dengan Bulan

1879 Words

Sorot mata Alam terlihat kosong. Dia tidak peduli apa yang sudah terjadi di rumahnya setelah penangkapan Papa Dito. Laki-laki itu memilih pergi keluar dengan jalan kaki, tanpa arah dan tujuan. Tidak peduli kalau Alin sibuk meneriakinya untuk menyuruh dirinya kembali ke rumah itu. Alam merasa kalau sekarang dia butuh sendiri sekaligus ada seorang penenang di sampingnya. Akan tetapi, tidak ada orang itu di sisinya ini. Alam berhenti di tepi jembatan. Menatap beberapa kendaraan yang berlalu lalang di malam yang hampir larut ini. Sudah berapa jauh dia berjalan dari rumahnya. Alam tidak ada niatan pulang ke sana lebih dulu. Alam perlu menerima semua fakta ini, kalau Papa kandungannya ternyata mati di bunuh oleh orang yang dipercayai selama ini. Kenapa takdir seperti mempermainkannya? Alam be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD