Sesuai dugaan Bulan, disinilah dia sekarang. Di dalam kamar yang pastinya tidak asing lagi di mata Bulan. Wanita itu terduduk di atas tempat tidur dan berusaha menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Bulan mengembuskan napas kasar, kepalanya berdenyut sakit. Berusaha mengingat dengan siapa dia malam tadi tidur. Apa dengan si Barista atau laki-laki lain? "Ck." Bulan berdecak, dalam hati merasa dongkol sendiri karena dia sudah seperti w************n saja. Gampang sekali tidur dengan laki-laki lain. Setelah mengenakan bajunya yang berserakan di lantai, Bulan keluar dari kamar itu. Kakinya terus melangkah dan sampai di depan meja bar club. Suasana club masih sepi di pagi menjelang siang ini. Untung saja hari ini kantor libur karena tanggal merah. "Rudy." Bulan memanggil si Barista, laki-l

