Bab 31: Denyut Terakhir

1487 Words

Cengkeraman tangan Alana di leher Nathan semakin menguat. Wajah Nathan mulai membiru, namun ia tidak melepaskan pistolnya, juga tidak mengarahkannya pada Alana. Ia hanya menatap mata abu-abu metalik itu dengan sisa-sisa napas yang tersengal. "Alana... lihat aku," bisik Nathan parau. "Target... harus... dieliminasi," suara Alana terdengar datar, tanpa emosi, seperti mesin yang sedang membacakan baris kode. Kenzie bangkit dari lantai dengan susah payah, tulang rusuknya terasa retak akibat bantingan Alana tadi. Ia melihat kakaknya hampir mati dan Alana berubah menjadi monster. "Hentikan! Alana, ini Kenzie!" teriak Kenzie sambil menerjang ke arah Tuan Besar yang berdiri santai di dekat balkon. Tuan Besar hanya melambaikan tangan, dan dua tentara bayaran langsung menghadang Kenzie, menghan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD