Bab 32: Duri Terkahir Sang Mawar

1610 Words

Angin kencang dari baling-baling helikopter menyambar rambut Alana yang berantakan. Darah dari bahunya merembes ke jaket kulit hitam, namun ia tidak merintih. Ujung pistol dingin itu menekan pelipisnya sendiri. Kesunyian yang mencekam mendadak menyelimuti atap gedung, mengalahkan deru mesin dan teriakan tentara bayaran di kejauhan. "Alana, turunkan senjatanya!" teriak Kenzie. Suaranya pecah, matanya membelalak menatap pemandangan mengerikan di depannya. Bom di lehernya masih berdetak, namun ia tidak lagi peduli pada nyawanya sendiri. Nathan berdiri mematung. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, pria yang selalu memiliki rencana cadangan itu kehilangan kata-kata. Tangannya yang biasanya stabil kini gemetar hebat. "Alana... jangan lakukan ini. Aku akan melepaskan segalanya. Aku akan membi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD