Bab 33: Sisa Abu Dan Rasa Yang Tertinggal

1030 Words

Helikopter itu mendarat darurat di sebuah lapangan tua di pinggiran Jakarta. Suara baling-baling yang melambat terdengar seperti detak jantung yang sekarat. Alana melompat turun sebelum pijakannya stabil, lututnya menghantam rumput kering, namun ia tidak peduli. Ia berbalik menatap langit arah pusat kota yang kini memerah karena api. "Nathan!" teriak Alana. Suaranya hilang ditelan angin malam. Kenzie turun di belakangnya dengan langkah gontai. Wajahnya yang penuh lebam tampak pucat di bawah sinar bulan. Ia mendekati Alana, mencoba menyentuh bahunya, namun Alana menepisnya dengan kasar. "Kenapa kau tidak menariknya lebih kuat?!" Alana berbalik, matanya menyala karena amarah dan duka yang bercampur. "Kau membencinya, kan? Kau ingin dia hilang agar kau bisa memilikiku sendirian?" Kenzie t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD