25

1898 Words

Daniel menatap Livia yang baru saja tiba dengan senyum yang lebar. Mata Livia terlihat mencari-carinya dan Daniel segera menghampirinya. “Hai Dan..Maaf, telah membuatmu menunggu.” Livia melemparkan senyumnya pada Daniel dan duduk di kursi yang disediakan Daniel untuknya. “It's okay Liv. Aku baru saja tiba. Apa kau mau langsung memesan makanan?” tanya Daniel.  Livia menganggukkan kepalanya dan berkata, “Energi dari makanan Sushi tadi siang sudah kuhabiskan untuk berpikir.” “Kalau begitu sebelum kau jatuh pingsan, aku harus segera memberimu makan.” ujar Daniel tertawa. Ia segera memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan. “Sejak tadi kau tersenyum melihatku. Apa ada sesuatu yang salah?” Livia mulai khawatir, ia mengusap-usap rambut serta wajahnya.  Tingkah Livia membuat Daniel te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD