Daniel kembali ke kamar saat Abby sudah tertidur pulas. Saat memandang wajah Abby ada rasa sesal menyelip dalam hatinya. Ia tak bermaksud membentak atau berbuat kasar pada Abby. Ia masuk ke dalam selimut dan mencoba untuk tidur, tapi tidur dengan rasa marah yang tersisa malah membuatnya gelisah. Dan yang paling menyiksanya adalah ia tak bisa memeluk Abby seperti biasanya. Matanya hanya bisa memandangi punggung serta rambut Abby dari belakang. Kalau saja ia sedang tak marah, sudah pasti ia akan menarik Abby untuk tidur dalam pelukannya. Tiba-tiba tubuh Abby berbalik dan menghadap ke arahnya, Daniel segera pura-pura menutup matanya agar Abby mengiranya sudah tidur. “Bau rokok.” gumam Abby yang terbangun dan mendapati Daniel sudah tertidur di dekatnya. Ia mendekatkan hidungnya ke tubuh Dan

