23

1925 Words

“Dan.. Bangun.” Abby menepuk pipi Daniel perlahan.  “Jam berapa sekarang” tanya Daniel sambil menguap dan menggeliat. “Sudah jam 6. Bangunlah. Aku sudah membuatkan minuman untukmu.” Abby memegang secangkir gelas teh hangat dan menunggu Daniel untuk membuka matanya. “Kenapa kau bangunkan aku sepagi ini? Ini kan hari libur.” Daniel kembali menutup wajahnya dengan bantal. Abby menarik bantal di wajah Daniel. “Isi kulkasmu kosong. Bagaimana aku bisa menyiapkan sarapan?” Daniel menepuk dahinya, “Astaga!! Aku lupa menghubungi grocery store agar mereka mengirimkan bahan makanan.”  “Dan, bisakah aku minta uang? Aku lebih suka belanja sendiri daripada menunggu mereka mengirimkannya.” ujar Abby sambil memberikan gelas teh padanya. Daniel memberi isyarat dengan tangannya pada Abby untuk menung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD