21

1584 Words

Sejak Abby berbicara dengan Dave beberapa hari yang lalu, ia tak pernah dikunjungi lagi olehnya. Bahkan Daniel pun benar-benar tak pernah muncul lagi menampakkan dirinya.  Abby mengumpulkan barang-barangnya ke dalam sebuah tas, hari ini ia sudah diperbolehkan dokter untuk pulang. Ia termenung sesaat menatap jendela, pikirannya kosong. “Ah, apa yang kupikirkan!” Abby mencari-cari ikat rambutnya dan terkejut mendengar suara pintu terbuka. “Apa kau sudah selesai?” Daniel berdiri di pintu dan tersenyum menatapnya. “Maaf aku terlambat. Aku baru saja menyelesaikan semua biaya administrasimu, staf mereka bekerja sangat lambat. Membuatku harus menunggu lama.” Daniel bicara dengan santai, seolah-olah tak ada persoalan apapun dengan Abby sebelumnya “Kita pulang sekarang?” tanya Daniel. “Pulang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD