Perubahan sikap Abby yang tidak seperti biasanya membuat hati Daniel khawatir. “Abby...ada apa?” Daniel menyentuh bahu Abby. “Bisakah kau tinggalkan aku dulu sendiri?” tanya Abby tanpa menoleh padanya. “Meninggalkanmu? Kenapa?“ tanya Daniel heran. “Kalau kau diam, bagaimana aku bisa mengerti dengan apa yang pikirkan? Sejak tadi kau tak menoleh kepadaku, apa kau sedang tak ingin melihatku?” tanyanya kembali. Namun Abby tetap membisu. “Abby, please.. jangan berlaku seperti ini. Kau belum pulih, bagaimana mungkin aku tega meninggalkanmu?” Daniel merasa putus asa melihat Abby yang tak kunjung mau menatapnya. Pikiran Abby begitu kacau namun ia tak mampu bicara jujur dan mengungkapkan isi hatinya. Ia menitikkan air mata di sudut-sudut matanya, mengingat peristiwa terakhir membuat hatinya te

