Daniel menghabiskan malamnya dengan menyusuri jalan-jalan besar di Jakarta, ia sendiri sadar tak tau kemana harus mencari Abby. Daniel tak mengenal seorang pun dari kawan Abby, atau keluarganya atau siapapun yang bisa memberinya informasi tentang keberadaan Abby. Benaknya dipenuhi dengan semua kenangan tentang Abby, wajah yang tertawa saat Daniel menjahilinya di air terjun, wajah yang kaku saat Daniel menciumnya di tempat Dave, bahkan wajah di saat Abby marah. “Dave benar, ada sesuatu yang dimiliki Abby dan tak dimiliki wanita lain yang pernah kukenal, tapi aku tak bisa menguraikan satu per satu apa yang membuat Abby unik.”. Daniel menepikan mobilnya di sebuah jalan yang cukup sepi. Tangannya menyentuh ponselnya, kembali menatap beberapa pesan yang dikirimnya ke nomor Abby. Masih teta

