Sudah sejak pagi, Tasya dan Andreas saling berdiam diri. Andreas tidak berbicara jika tidak penting demikian pula dengan Tasya. Namun, ketika Andreas melihat pesan yang masuk dari Tedy dia tidak sabar menunggu suster menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan mereka berdua. "Sya..tadi Mama telepon dan mengabarkan kalau Ansya baik baik saja." ucap Andreas membuka percakapan mereka. Tasya hanya mengangguk, bahkan dia tidak menatap Andreas. Tatapannya sedari tadi pada layar televisi yang tergantung di dinding. "Sya.." panggil Andreas. Kini dia telah duduk ranjang Tasya, tepat disampingnya. Tidak mungkin Tasya tidak menatap Andreas. Andreas menggenggam tangan Tasya, namun tak disangka dengan tangan yang satunya Tasya menepis tangan Andreas lalu memasukkan kedua tangannya dibalik selimut dan

