Kondisi Rudy masih kritis, dia kini terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU dengan ditemani mesin mesin yang membantunya untuk bertahan hidup. Dina tidak berhenti menangis, untungnya ada Lia, sahabatnya yang selalu setia mendampinginya walaupun dia tahu kalau Dina suka memanfaatkannya. Lia menganggap Dina bukan hanya sebagai sahabat, namun sudah seperti adiknya sendiri. "Sudahlah Din, kamu juga harus menjaga kondisi tubuhmu. Jika kamu sakit, siapa yang akan menjaga Rudy?" bujuk Lia agar Dina mau makan walaupun sedikit saja. "Lia, aku harus gimana jika Rudy meninggalkanku? Ohh Tuhan...kumohon jangan Kau ambil suamiku." Dina semakin tenggelam dalam kesedihannya. Rana yang mendengar tangisan Dina tak kuasa lagi menahan rasa bersalahnya. Dia bersimpuh di bawah kaki Ibunya dan memohon maa

