Saat Arya dan Siska masuk kedalam rumah, seketika membuat mata ibu Helena melotot. “Selamat malam Om, Tante, Keyla” ucap Arya menghampiri keluarga Keyla yang sudah berkumpul diruang tamu. “Arya kenapa kamu ajak Siska juga” bisik ibu Helena saat Arya duduk disamping mamanya. “Dia juga istri aku mah, dan Siska juga berhak tahu mah” “Hah kamu ini Arya” bisik ibu Helena berdengus kesal. Siska mencoba tersenyum kepada Keyla namun Keyla hanya menatapnya dengan sinis membuat Siska merasa kesal. “Jadi bagaimana dengan lamarannya apa kita segera mulai saja?” tanya pak Hendra kepada Arya dan keluarganya. “Iya iya segera saja mulainya, ayo Arya cepat lamar Keyla” jawab ibu Helena kemudian menyuruh Arya melamar Keyla. Sejenak Arya menatap Siska lalu kembali menatap keluarga Keyla, perlahan Ary

