Menantu yang tak dianggap

1528 Words

Sampai didalam kamar Dinda Arya melihat Dinda yang masih duduk ditepi ranjang dengan wajah yang tegang. “Kenapa wajahmu masih tegang Dinda? Apa kamu masih memikirkan soal yang tadi?” “Iya Tuan, aku takut nyonya besar akan marah padaku Tuan” kata Dinda dengan wajah ketakutan. Perlahan Arya menarik bahu Dinda lalu memeluk Dinda dengan erat agar Dinda merasa tenang. “Sini-sini, kamu tenanglah Dinda tidak ada yang bisa menyakitimu, masih ada aku dan Siska yang akan melindungimu” ucap Arya. “Iya Tuan terima kasih” “Ya sudah kamu istirahatlah Dinda” “Apa Tuan akan tidur disini?” “Iya Dinda aku akan menemanimu tidur malam ini” sahut Arya. “Hmmm terima kasih Tuan” Setelah Dinda tertidur, Arya masih belum bisa tertidur karena memikirkan nasib Dinda saat selesai melahirkan dan selesai kont

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD