Jangan Memprovokasiku

1338 Words

Altair terbangun di sofa ruang tamu apartemennya. Kepalanya terasa begitu sakit, matanya begitu berat untuk dibuka, namun deringan ponsel yang terus menganggu seakan tak ingin membiarkannya menikmati waktu sedikti lebih lama di alam mimpi. Bukan menjawab panggilan itu, Altair malah melempar ponselnya dan membuat benda pipih itu tak lagi bersuara. Yang ingin Altair lakukan saat ini adalah tidur. Cara paling mudah untuk menghindar dari kenyataan, satu-satunya cara untuk melarikan diri dari pahitnya hidup. Hanya dengan tertidur lah kita bisa menyelamatkan hati dari kehancuran yang tengah menerpanya. Kejadian kemarin masih terus membekas di benak Altair. Bagaimana pria itu memukulnya, hendak menyadarkannya yang sebenarnya tak merasa mabuk sama sekali. Melihat bagaimana pria itu membawa Jenny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD