Cinta sesungguhnya bukanlah hal yang begitu rumit. Cukup membiarkanmu berada di dalam dekapan, maka kau tak lagi menginginkan hal lain di hidupmu. Cukup melihat wajah bahagia, maka kau akan mengabaikan kondisi hatimu. Semuanya adalah tentang dirinya dan menghabiskan tipa detik bersamanya adalah mimpi indah yang telah menjadi nyata. Keduanya masih berpelukan di ranjang. Tak ada yang berbicara setelah permainan panas itu. Entah karena hati terlalu perasa dan merasakan begitu banyak emosi yang berkecamuk atau ketakutan akan mimpi yang berakhir adalah penyebabnya. Keduanya tampak sibuk dengan pemikiran masing-masing. Biasanya, saat seperti ini, Rio banyak bercerita, namun tidak hari ini. Hal yang sejujurnya membuat Jenny cukup heran dengan sikap pria itu. “Apa yang sedang kamu pikirkan?” Jen

