Tiga Belas

1400 Words

"Kau mau mandi?" Dana berdiri di tepi tempat tidur Alea. "Aku akan menggendongmu ke kamar mandi." "Tak usah. Kamu sepertinya butuh sekali istirahat." Dahi Alea berkerut melihat Dana begitu memaksakan diri untuk merawatnya. Wajah pria itu masih terlihat pucat dan cekung. Sepertinya makin bertambah pucat setelah apa yang mereka lakukan tadi. "Aku bisa sendiri, pelan-pelan sambil berlatih supaya otot-ototku kembali lemas." Dana masih tak yakin. "Aku tuntun saja kalau begitu." "Tidak. Aku serius, kamu butuh tidur. Kumohon..." Alea berkeras menolak. "Baby... aku sungguh tak ingin terjadi sesuatu padamu." Alea mengusap pelan lengan Dana. "Percayalah, aku bisa. Dibesarkan bersama lima kakak laki-laki, aku cukup tangguh untuk sekedar pergi ke kamar mandi sendiri," ia tersenyum jenaka. "Aku in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD