"Baby...," Dana terbangun karena mendengar suara yang tak asing baginya memanggil. "Kau sudah bangun? Ada apa?" Dana menghela tubuhnya untuk duduk kemudian berjongkok di samping Alea yang masih bersimpuh di samping sofa. "Baby, kenapa menangis? Apa aku menyakitimu?" Dana mengulurkan tangan untuk merengkuh Alea ke dalam pelukannya, tapi urung karena ia khawatir justru dirinyalah penyebab Alea menangis. "Aku minta maaf. Seharusnya aku bisa mengontrol diriku lebih baik lagi tadi." Dana menghela napas pelan ketika Alea sama sekali tak menjawab satu pun ucapannya. Bahkan Alea bersikap seolah dirinya tak ada dan tak mendengar semua ucapannya. "Baby, aku tak tahan melihatmu bersedih seperti ini..." Dana hanya menyaksikan saat Alea menghubungi sebuah nomor dari ponselnya yang langsung diangkat

