Lima Belas

1308 Words

"Sayang... makan dulu, yuk." Alea merasakan usapan lembut di kepalanya. Ia tahu itu bundanya. Namun, entah mengapa ia rasanya tak memiliki tenaga bahkan untuk sekedar menoleh atau menjawab panggilan sang bunda. Saat ini, mereka semua sudah berada di kediaman Dana dan Alea. Bunda serta kakek dan nenek Alea pun telah diberitahu tentang apa yang terjadi dan dijemput oleh Aidan. Semua sudah berkumpul. Kedua orangtua Dana pun baru saja tiba. Di hadapannya, di sisi jasad Dana yang lain, ibu Dana sedang menangis tersedu sembari membelai wajah sang putra,membuat Alea tak tahan dan kembali meneteskan air mata. Alea memejamkan mata untuk mengingat kembali kenangan yang pernah ia lalui bersama Dana. Tidak banyak dan semua tidak bisa dibilang indah. Dirinya tak pernah sekalipun memperlakukan sua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD