Hari demi hari berlalu, bahkan satu pernama telah terlewati, tapi sampai detik ini, Alea belum menerima kabar menggembirakan dari mertuanya. Memang, sejak awal ia sudah diperingatkan bahwa ini belum tentu berhasil. Namun, entah mengapa dirinya masih terus berharap meskipun tetap mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Setiap hari, dirinya mengunjungi Dana di sebuah ruangan bersuhu minus yang khusus dibuat oleh mertuanya demi mempertahankan jasad Dana agar tetap utuh sampai semua komponen terkumpul. Ruangan itu memiliki kaca setinggi dinding yang memungkinkan Alea untuk bisa melihat Dana kapanpun ia merindukan pria itu. Dana terbaring membeku dalam sana, di atas brankar persegi panjang seukuran tubuhnya. Alea tak bisa masuk ke dalam karena ia tak akan bisa bertahan dengan suhuny

