Maminya mengetuk pintu kamar. Dan masuk dengan sebuah senyum hangat dan anggun. “Gwen, kenapa ketawa-ketawa sendiri?” mami gwen duduk di sisi putrinya. “Oh, enggak apa-apa Mam. Aku tadi lihat movie lucu banget.” Bohong Gwen. “Ehm, gitu.” Maminya membelai kepala Gwen. “Mam, aku laper.” Rengek Gwen. “Udah malem gini apa enggak apa-apa makan? Kan kamu paling enggak suka makan larut malem, katanya takut gendut.” “Hari ini aku lagi bahagia, jadi enggak apa-apa makan malem-malem. Pasti semua lemak di badan aku hilang karena aku bahagia!” gwen tertawa. Maminya tersenyum dan mencubit dagu gwen. “Bisa aja anak Mami, yaudah nanti minta Bibi masakin aja. Dia kayaknya belum tidur, masih nyetrika baju.” “Oke Mam.” “Oia. Kapan terakhir ke tempat kakak? Dia sehat kan?” tanya Mami. “Ah, enggak

