Semakin hari Gwen semakin curiga pada kakaknya itu. Entah mengapa dia menjadi lebih usil dengan semua urusan Kio. Gadis belia yang seumuran Hafa itu bahkan hampir setiap hari mengunjungi Apartemen Kio hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak penting. Seperti mau ke toilet, atau mau makan mie instan di apartemen Kio. Kio tak ingin banyak melarang Gwen, karena dia tahu benar perangai Gwen yang usil dan terkadang bisa menjadi licik demi keuntungan pribadi. Gadis itu benar-benar mirip Papi, begitu pikir Kio. Seperti pada hari itu, pagi-pagi sekali Gwen mendatangi Apartemen Kio. Dia menekan bel berulang-ulang dengan tak sabar. Hafa yang tengah memasak sarapan pagi untuk Kio dan dirinya bergegas mendatangi pintu depan dan membukanya dengan enggan, karena dia tahu itu pastu Gwen. “Hai, pembant

