Rian membuka kamarnya. Ia menghela nafas panjang, menatap sosok yang saat ini masih tertidur lelap di ranjangnya. Sejak semalam, kamarnya dikuasai oleh sahabat sekaligus musuh terbesarnya untuk bisa mendapatkan hati seorang Isabella Lunara. Rian melangkah masuk ke dalam menuju ranjang. “Zic, bangun. Mau sampai kapan kamu tidur terus? Kamu gak pergi syuting?” Bukannya bangun, Zico malah menarik selimut sampai menutup kepalanya. Rian yang sudah merasa kesal, akhirnya menarik selimut yang menutup tubuh Zico, hingga membuat Zico mau tak mau membuka kedua matanya. “Ini sudah siang, Zic!” “Aku masih ngantuk, Ian. Lagian aku gak ada syuting. Aku ambil cuti.” Zico lalu kembali menarik selimut untuk menutup tubuhnya. “Jujur sama aku. Kenapa kamu tidur di apartemen aku? kamu ‘kan punya apar

