Jauhi Malik

2773 Words

Jenar menatap penampilan Luna dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Silahkan duduk,” tawarnya kepada Luna yang sejak tadi masih berdiri di depannya. Luna menatap sekeliling restoran itu. Malam ini restoran terlihat sangat sepi. Apakah ini merupakan keberuntungan bagi Luna? Luna menarik kursi yang ada di depan Jenar, ia lalu mendudukinya. “Kenapa kamu memintaku datang kesini? apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” “Bagaimana kalau kita memesan makanan dulu? ini sudah memasuki jam makan malam. Saya yakin anda pasti juga laparkan, Non?” Luna melipat kedua tangannya di depan dadanya. Ia tau apa maksud dari kedatangan Jenar ke Jakarta. Apalagi saat di telepon tadi Jenar berbicara soal Malik. Mungkinkah Malik sudah menceraikan Jenar? Itu sebabnya Jenar datang kesini menemuiku? Itu y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD