Adelia saat ini berada di apartemen Zico. Sejak tadi ia mencoba untuk menghubungi Zico, tapi ternyata nomor itu sudah tidak aktif lagi. Zico memang sengaja mematikan ponselnya, karena dia merasa risih, karena Adelia terus menerus menghubunginya. Adelia menatap benda berbentuk panjang dan kecil yang ada di tangannya saat ini. Dimana di bagian tengah benda itu terdapat dua garis merah. Adelia mengusap perutnya, “maafkan aku Ma, Pa. Hanya ini yang bisa aku lakukan agar Kak Zico mau bertanggung jawab atas perbuatannya sama aku dulu.” “Segala cara sudah aku lakukan Ma, Pa. Tapi Kak Zico tetap gak mau bertanggung jawab. Kak Zico tetap ingin menikah dengan Kak Luna. Hanya dengan cara ini aku bisa membatalkan pertunangan mereka.” Adelia menatap jam di pergelangan tangannya. “Sudah jam segini

