"Apa yang dilakukan pengecut sepertimu tidak lain hanya bisa mengancam orang lain dengan s*****a," ujarku sinis. "Jangan menguji kesabaranku Sakinah," desisnya geram. "Kenapa tidak, bukankah kau punya kekuasaan dan mampu kau salah gunakan untuk melakukan apapun?" "Aku benar-benar akan menghabisimu nanti!" Ia menodongkan senjatanya. "Lakukan saja sekarang berapa harus ditunda?" "Jadi kau sungguh menantangku?" "Aku tidak pernah main-main." Kuneranikan diri menatap wajahnya yang bengis dan licik. "Aku bisa melakukan apa saja untuk membuatmu menyerah!" teriakkmya mendekatkan wajah hingga mata kami saling beradu dari jarak dekat. "Di mana anakku?!" "Aku tidak pernah melibatkannya!" "Jangan bohong! lepaskan dia sebelum kau akan menyesal!" teriakku marah, dan tak sanggup membendung e

