harus lebih pintar

1221 Words

Ini adalah hari ketiga, berjuang untuk melepaskan diri dan anakku dari Didit dan pendukungnya. Dengan diantar mobil Van, aku berusaha menyusuri tempat yang mungkin dijadikan Didit sebagai tempat menyandera anakkku. Sebenarnya para pengawal memintaku untuk tidak perlu ikut karena aku bisa saja ditangkap kembali dan dijadikan alat untuk melemahkan semua orang, tapi aku tidak mau menyerah begitu saja, Aku ingin turun tangan sendiri untuk menyaksikan Bagaimana keadaan anakku dan melepaskan dari dari belenggu. Kau titipkan Siskaa di rumah nenek mereka dan meninggalkan dua orang pengawal untuk mengawasi tempat itu, rasanya tak aman membawanya serta denganku. Mobil meluncur dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota yang berkelipan oleh lampu lampu gedung. "Antar saya ke penjara tempat Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD