*** Aku kembali ke rumah, tanpa si Om, ajudan yang kerap mendampingi Mas Yadi tidak bisa mengantarku pulang, entah dilarang atau dia yang enggan, aku pun tak bisa memaksa atau memintanya, tak mengapa aku akan menyetir sendiri. Jika akhirnya rumah tangga ini harus kandas karena masalah perselingkuhan dan aku membalas dendam dengan mengungkapkan korupsinya, maka tak mengapa aku akan menerima keputusannya. Selama ini aku sudah menjalani hidup yang keras, jadi bukan tak mungkin diri ini mengisi hari sendiri dan berjuang, aku pasti kuat. Sesampai di rumah, ternyata tempat itu sudah ramai oleh petugas dan mereka terlihat sibuk, wajah mereka ditutup masker dan terlihat sedikit terkejut mendapati aku yang datang. Pun aku yang tiba lebih lama dari mereka menjadi heran apa yang mereka lakukan tan

