Derap langkah kaki terdengar dari ujung lorong menuju ke tempat aku berada sekarang, aku yakin itu adalah Mas Yadi yang digiring oleh 4 orang petugas menuju ruangan Danrem dan aku menantinya dengan nafas tertahan. Saat dia masuk tatapan mata kami bertemu dan sorot mata penuh dendamnya berkilat ke arahku. Namun aku menundukkan wajah sesegera mungkin agar pria itu tak mengintimidasiku. "Siap, Komandan, Saya sudah datang memenuhi panggilan," ujar Mas Yadi. "Sini kamu?" ujarnya atasannya itu ambil mendekat dan melayangkan sebuah tamparan keras. Sesaat Mas Yadi terkesiap namun tetap bersikap tenang dan menahan diri. "Apa yang sudah kamu lakukan? Siapa yang memerintahkan penyitaan?" "Siap, saya tidak tahu, Pak," jawab Mas Yadi seiring dengan jawaban itu sebuah pukulan mendarat di pelipi

