"Sakinah, apa yang terjadi, Sakinah ...." Pendengaranku samar, perlahan kabur, sakit di perut makin menjadi jadi, sementara tubuh mulai lemas dan berkeringat dingin. "Apa yang kau rasakan?" tanya Mas Yadi panik. Aku tak mampu menjawab karena bibir ini sudah kelu dan rasa sakit yang melilit membuatku tak mampu menggerakkan lidah. Hingga semuanya buyar dan menggelap. ** "Nyonya Sakinah ...." "Lakukan sesuai prosedur!" "Tanda tangan di sini!" "Sakinah ... sadarlah, Sakinah ....." Lamat-lamat kudengar Mas Yadi dan orang orang ramai, lampu yang menyilaukan namun semuanya masih kabur. Mas Yadi dan seorang pria memanggil sambil mengguncang tubuhku, tapi tapi aku masih tidak sanggup membuka mata lagi. * Terbangun ketika diri ini menyadari bahwa aku sudah berada di sebuah ranjang dan ke

