Ia memutar kemudi dengan kencang dan berbalik menuju arah rumah sakit, aku yang kaget, langsung menegakkan badan di kursi memberi ekspresi penuh pertanyaan padanya. "Kenapa berbalik arah?" "Ada hal yang aku lupakan, dan tidak boleh ditunda," ujarnya. * Ia menepikan mobil di depan pagar utama dan langsung bergegas masuk dan naik ke lantai tiga lewat lift. Aku menyusul karena rasa penasaran sementara para pekerja yang bertugas terlihat aneh menatap kami yang lalu lalang untuk kedua kalinya. "Mau ngapain sih?" cecarku menyusulnya cepat. Pria itu membuka pintu kamar dan Didit ternyata masih ada di sana, duduk di depan Kartika dan terlihat sedang bicara serius. Mereka seketika terkejut saat mendapati kami datang lagi. "Aku lupa membicarakan satu hal," ujar Mas Yadi " ... Tadinya aku in

