Part 32 kekacauan berlanjut Melihatku keluar dari gerbang rumah ibu mertua, mobil warna burgundy itu berhenti hingga remnya berderit tepat di depanku dalam keadaan pintu terbuka, lalu si supir menyuruhku segera masuk, kemudian dia langsung meluncur membawaku pergi. "Aku tidak menyangka bahwa kamu akan menjemputku," ujarku di dalam mobil. Sementara pria yang kuajak bicara terlihat tegang dan mengebut dengan kecepatan tinggi. "Kau tahu menjemputmu sama dengan mempertaruhkan nyawaku?" "Bendi sering melakukan itu, tapi nyatanya dia meninggalkanku," jawabku tanpa menoleh ke arahnya. "Artinya kau menuntut lebih dariku agar kau bisa percaya?" "Ya," jawabku santai sambik mengangkat kedua bahu. Mobil itu berbelok ke sebuah lorong sempit lalu terus menembus pemukiman penduduk. Aku tahu ba

