Mertuaku menelponku untuk memberitahu bahwa mereka dan rombongannya akan datang sore nanti, aku akan membuat kesepakatan dan menandatangani apa yang kami bicarakan. Sementara menunggunya aku akan memanfaatkan hal itu untuk pergi menemui Kolonel William, ketua majelis hakim yang menangani sidang perkara Mas Yadi. Kuparkirkan mobil di depan pintu gerbang rumah yang cukup mewah ini untuk ketiga kalinya. Kupencet bel dan penjaga datang, kuminta ia memberitahu bosnya bahwa aku datang untuk menemuinya dan itu penting. Tak lama kemudian satpam kembali dan mempersilakan aku masuk dan menungu di ruang tamu. "Jadi katakan, ada apa?" "Mohon izin sebelumnya jika boleh tahu, apakah anak dan menantu Bapak tinggal di sini?" "Apakah ini tentang mereka?" tanya pria paruh baya itu dnegan nada tegas.

