"Kau ini bicara apa?" "Hanya bercanda," jawabnya sambil tergelak dan masuk ke mobilnya. Mobil membelah jalanan ramai, udara sore yang sedikit sejuk di tambah sinar mentari yang masih cerah sesaat membuat hati ini sedikit bahagia, namun kebahagiaan itu sedikit kurang sempurna dengan adanya kegelisahan akibat masalah rumah tanggaku. Jika bisa, aku ingin hidup tentram dan damai, aku ingin mendapatkan ketenangan batinku dan menyempurnakan hidup yang berharga ini dengan meraih semua mimpiku dan msmgantar kedua putriku menuju kesuksesan, hanya itu yang aku inginkan. "Mudah-mudahan setelah masalah ini berakhir aku bisa hidup tenang," batinku sambil menghela napas pelan. "Ada apa kamu?" tanya sahabatku itu. "Tidak ada, sedang berfikir saja," jawabku. "Apa yang sedang kamu pikirkan memangnya

