berkebaya

1056 Words

Sudah berkebaya rapi dengan sanggul Cepol sederhana ditambah sedikit aksesoris membuatku merasa lebih muda ketika berdiri di depan kaca. "Mama terlihat cantik," bisik si sulung yang mendekat sambil tersenyum. "Terima kasih, tanpa izinmu dan adik, mama tidak akan melangkah sejauh ini," ujarku sembari menggenggam tangannya lembut. "Mama akan bahagia setelah ini," ujarnya sambil memelukku. "Makasih ya, Sayang." ** Pukul sepuluh pagi, acara akad dimulai, aku duduk disandingkan dengan pak polisi berwajah tampan dan punya senyum manis itu. Seulas gambaran tipis tersungging di bibirnya ketika tatapan kami beradu. "Kau cantik sekali menggunakan kebaya, " ucapnya setengah berbisik. "Terima kasih," balasku. "Aku ingin menggenggam tanganmu, tapi aku tahu waktunya tidak tepat," lanjutnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD