canggung.

1493 Words

"Kenapa diam aja?" "Canggung," jawabku dnegan wajah yang memanas. "Hahaha, kau jujur sekali, aku suka," balasnya sambil menjawil kecil pipiku. "Sudahlah, nanti aku akan berubah pikiran, ayo jalan." Ia tersenyum dan tanpa banyak bicara lagi ia mengantarku pulang ke rumah. ** Sore hari yang damai, Aku duduk di teras belakang menikmati angin sepoi-sepoi, segelas jus dingin sembari menatap cincin yang melingkar cantik di jariku. "Tidak kusangka, akan begini," gumamku sambil tersenyum menatap benda itu yah memendarkan cahaya ungu kemerahan itu. Masih dalam ketidak-percayaan bahwa sahabatku melamarku dengan caranya, ia memaksa dan membuatku tak mampu menjawab apa-apa. Bagaimana bisa menolak jika pesona dan kebaikannya sudah menyita perhatianku. Seolah kini dia adalah pusat semesta, tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD